Inilah Potensi Wilayah Kabupaten Jayapura yang Menjadi Penggerak Ekonomi

Berita

SENTANI – Kabupaten Jayapura memiliki potensi wilayah yang luas dan beragam, mencakup sektor perkebunan, pertanian, perikanan, kehutanan, sosial budaya, hingga pariwisata. Potensi ini dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Kota Dinas PUPR Kabupaten Jayapura, Andreas Lukas Hurunama, menjelaskan bahwa sebagian wilayah Kabupaten Jayapura telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), sehingga menjadi kawasan strategis bagi pengembangan berbagai sektor.

“Sektor perkebunan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat dengan komoditas unggulan seperti sagu, pala, kelapa, jambu mete, singkong, jagung, kedelai, dan palawija lainnya,”katanya Jumat (14/11/2025).

Lanjutnya, Komoditas ini tersebar di seluruh distrik dan memiliki peluang untuk ditingkatkan melalui pengelolaan modern.

Selain potensi perkebunan, ada juga potensi perikanan didukung oleh dua Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), satu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), serta rencana pengembangan industri perikanan. Keberadaan Pelabuhan Utama Depapre turut memperkuat jalur logistik dan peningkatan aktivitas sektor ini.

“Kabupaten Jayapura juga memiliki Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan seluas sekitar 20.977 hektare,”jelasnya.

Kawasan ini ditunjang jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier, serta memiliki potensi pengembangan besar, termasuk budidaya padi skala besar di wilayah Grime Skor.

Selain itu, Keberagaman adat menjadi kekayaan tersendiri bagi Kabupaten Jayapura. Wilayah adat seperti Bhuyaka, Oktim, Jouw Warry, Mol, Ormu, Dunnutru, Yewena Yosu, Yokari, hingga Elseng menjadi pilar sosial budaya yang memperkuat pembangunan berbasis kearifan lokal.

Menurut Andreas, sektor kehutanan, Kabupaten Jayapura memiliki kawasan hutan lindung seperti Cagar Alam Pegunungan Cycloops dan Suaka Margasatwa Mamberamo Foja. Selain itu, terdapat kawasan hutan produksi tetap di sejumlah distrik, termasuk Airu, Demta, Ebungfauw, Kemtuk, Nimbokrang, dan Yokari.

Dari sisi pariwisata, berbagai event budaya dan alam rutin digelar, seperti Festival Bahari Tanah Merah, Festival Cycloop, Festival Danau Sentani, dan Festival Ulat Sagu. Event-event ini menjadi daya tarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Dengan kekayaan potensi wilayah tersebut, Kabupaten Jayapura memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai pusat ekonomi, budaya, dan pariwisata di Papua,” pungkasnya. (*)

Sumber: www.ceposonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *